Jumat, 21 Januari 2011

Kebudayaan Sasak

Sejarah Kebudayaan Masyarakat Sasak

I

Era Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas karena sampai saat ini belum ada data-data dari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa pra sejarah tanah Lombok.Suku Sasak temasuk dalam ras tipe melayu yang konon telah tinggal di Lombok selama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisir pantai sejak 4.000 tahun yang lalu, dengan demikian perdagangn antar pulau sudah aktif terjadi sejak zaman tersebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antar budaya juga telah menyebar.


LOMBOK MIRAH SASAK ADI merupakan salah satu kutipan dari kitab Negarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahaan kerajaan Majapahit. Kata Lombok dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur, kata mirah berarti permata, kata sasak berarti kenyataan, dan kata adi artinya yang baik atau yang utama maka arti keseluruhan yaitu kejujuran adalah permata kenyataan yang baik atau utama. Makna filosofi itulah mungkin yang selalu di idamkan leluhur penghuni tanah lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestariakan oleh anak cucunya.


Dalam kitab – kitab lama, nama Lombok dijumpai disebut Lombok mirah dan Lombok adi beberapa lontar Lombok juga menyebut Lombok dengan gumi Selaparang atau selapawis.


Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat beberapa versi salah satunya yaitu kata Sasak secara etimilogis menurut Dr. Goris. S. berasal dari kata sah yang berarti pergi dan shaka yang berarti leluhur. Berarti pergi ke tanah leluhur orang Sasak ( Lombok ). Dari etimologis ini diduga leluhur orang Sasak adalah orang Jawa, terbukti pula dari tulisan Sasak yang oleh penduduk Lombok disebut Jejawan, yakni aksara Jawa yang selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan Sasak.


Etnis Sasak merupakan etnis mayoritas penghuni pulau Lombok, suku Sasak merupakan etnis utama meliputi hampir 95% penduduk seluruhnya. Bukti lain juga menyatakan bahwa berdasarkan prasasti Tong – tong yang ditemukan di Pujungan, Bali, suku Sasak sudah menghuni pulau Lombok sejak abad IX sampai XI Masehi. Kata sasak pada prasasti tersebut mengacu pada tempat suku bangsa atau penduduk seperti kebiasaan orang Bali sampai saat ini sering menyebut pulau Lombok dengan Gumi Sasak yang berarti tanah, bumi atau pulau tempat bermukimnya orang Sasak.


Sejarah Lombok tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperangan yang terjadi di dalamnya baik konflik internal, yaitu peperangan antar kerjaan di Lombok maupun ekternal yaitu penguasaan dari kerajaan dari luar pulau Lombok. Perkembangan era Hindu-Budha memunculkan beberapa kerajaan seperti Selaparang Hindu, Bayan. Kereajaan-kerajaan tersebut dalam perjalannya ditundukan oleh penguasaan kerajaan Majapahit dari ekspedisi Gajah Mada pada abad XIII – XIV dan penguasaan kerajaan Gel – Gel dari Bali pada abad VI. Antara Jawa, Bali dan Lombok, mempunyai beberapa kesamaan budaya seperti dalam bahasa dan tulisan jika di telusuri asal-usul mereka banyak berakar dari Hindu Jaw. Hal itu tidak lepas dari pengaruh penguasaan kerajaan Majapahit yang kemungkinan mengirimkan anggota keluarganya untuk memerintah atau membangun kerajaan di Lombok.


Pengaruh Bali memang sangat kental dalam kebudayaan Lombok, hal tersebut tidak lepas dari ekspansi yang dilakukan kerajaan Bali sekitar tahun 1740 di bagian barat pulau Lombok dalam waktu yang cukup lama. Sehingga banyak terjadi akulturasi antara budaya lokal dengan kebudayaan kaum pendatang. Hal tersebut dapat dilihat dari terjelmanya genre-genre campuran dalam kesenian. Banyak genre seni pertunjukan tradisional berasal atau diambil dari tradisi seni pertunjukan dari kedua etnik. Sasak dan Bali saling mengambil dan meminjam dan terciptalah genre kesenian baru yang menarik dan saling melengkapi


Gumi Sasak silih berganti mengalami peralihan kekuasaan hingga ke era Islam yang melahirkan kerajaan Islam Selaparang dan Pejanggik. Islam masuk ke Lombok sepanjang abad XVI ada beberapa versi masuknya Islam ke Lombok yang pertama berasal dari Jawa masuk lewat Lombok Timur. Yang kedua Islam berasal dari Makassar dan Sumbawa ketika ajaran tersebut diterima oleh kaum bangsawan ajaran tersebut dengan cepat menyebar ke kerajaan-kerajaan di Lombok Timur dan Lombok Tengah.


Mayoritas etnis Sasak beragama Islam, namun demikian dalam kenyataanya pengaruh Islam juga berakulturasi dengan kepercayaan lokal sehingga terbentuk aliran seperti Waktu Telu, jika dianalogikan seperti abangan di Jawa. Pada saat ini keberadaan Waktu Telu sudah tidak mendapat tempat lagi karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Pengaruh Islam yang kuat menggeser kekuasaan Hindu di Pulau Lombok, hingga saat ini dapat dilihat keberadaannya hanya di bagian barat pulau Lombok saja khususnya di kota Mataram.


Silih bergantinya penguasaan di Pulau Lombok dan masuknya pengaruh budaya lain membawa dampak semakin kaya dan beragamnya khasanah kebudayaan Sasak. Sebagai bentuk dari pertemuan (difusi, akulturasi, inkulturasi) kebudayaan. Seperti dalam hal kesenian, bentuk kesenian di Lombok sangat beragam. Kesenian asli dan pendatang saling melengakapi sehingga tercipta genre-genre baru. Pengaruh yang paling terasa berakulturasi dengan kesenian lokal yaitu kesenian Bali dan pengaruh kebudayaan Islam. Keduanya membawa kontribusi yang besar terhadap perkembangan kesenian-kesenian yang ada di Lombok hingga saat ini. Implementasi dari pertemuan kebudayaan dalam bidang kesenian yang merupakan pengaruh Bali yaitu, kesenian Cepung, Cupak Gurantang, Tari Jangger, Gamelan Tokol, dan yang merupakan pengaruh Islam yaitu Kesenian Rudad, Cilokaq, Wayang Sasak, Gamelan Rebana.


II


Suku bangsa Sasak yang memdiami Pulau Lombok menggunakan bahasa daerah Sasak. Pada umumnya bahasa daerah Sasak dibagi dua yaitu bahasa halus dan bahasa jamaq. Bahasa halus digunakan untuk berbicara dengan yang lebih tua, orang tua dan dengan golongan bangsawan Sasak. Sedangkan bahasa jamaq digunakan dalam bahasa sehari-hari terutama dalam pergaulan masyarakat biasa. Masyarakat suku Sasak dalam stratifikasi sosialnya dibagi dua kelompok yaitu golongan bangsawan atau wong menak dan kelompok rakyat biasa yang disebut jajar karang atau kaula. Perbedaan stratifikasi sosial sangat terlihat dalam prosesi upacara, seperti pada upacara sorong serah aji krama yaitu salah satu bagian dari upacara perkawinan adat Sasak. Aji krama ( tingkat keutamaan ) golongan bangsawan mempunyai nilai yang tinggi dibandingkan golongan kaula dan pelaksanaan tata upacara lebih rumit dibandingkan tata cara perkawinan kalangan masyarakat biasa. Namun pada saat ini perbedaan stratifikasi sosial tidak seketat dulu hal ini tidak lepas dari pengaruh modernisasi.

Kamis, 14 Oktober 2010

Membuat Konektifitas Internet Menggunakan Windows XP Memanfaatkan Layanan Telkomnet Instan


Membuat Konektifitas Internet Menggunakan Windows XP Memanfaatkan Layanan Telkomnet Instan

Untuk dapat menggunakan layanan internet dibutuhkan spesifikasi hardware dan software minimal  adalah :
  • PROSESOR 486  keatas
  • Memory 32 MB keatas
  • Modem internal atau external
  • Windows 95 keatas atau Linux
  • Browser (Internet Explorer untuk windows)
  • Saluran telekomunikasi (Telkom,Matrix)

Settingan yang diperlukan untuk komunikasi menggunakan internet sebagai berikut :
  1. Start > Control Panel

Double klik network connection



  1. Create a new connection


  1. Akan muncul dialog conection wizard dan klik NEXT
  2. Pilih Connect to the internet > NEXT
  3. Pilih Setup My Connection Manually > NEXT
  4. Connect using a dial-up modem > NEXT
  5. Masukkan nama ISP (Telkomnet) pada kotak, nama ini akan muncul sebagai nama koneksi kita > NEXT


  1. Masukkan nomor telepon untuk mendial ke ISP (080989999) > NEXT
  2. Ketikkan
User Name : telkomnet@instan
Password    : telkom
Comfirm Pasword : telkom
Lalu  klik NEXT
  1. Koneksi telah terbuat dan klik > FINISH, koneksi yang telah dibuat dapat langsung digunakan dengan cara START > Connect To > Telkomnet > Dial

Setelah koneksi berhasil anda dapat langsung menggunakan browser internet explorer untuk berselancar di internet atau menggunakan Outlook Express untuk mengorganisasikan email anda.